Romantic Rumi Story 2
By : Rumi
Pagi yang cerah, aku terbangun dari tidur ku yang sangat nyaman.
aku keluar dari kamar kos ku ku hirup udara pagi yang terasa sangat menyegarkan,ku pandang di sekitar kamar kos ku tidak banyak kegiatan dan hanya terlihat teman teman kos ku yang mulai beraktifitas kecil di pagi yang sejuk ini.
aku keluar dari kamar kos ku ku hirup udara pagi yang terasa sangat menyegarkan,ku pandang di sekitar kamar kos ku tidak banyak kegiatan dan hanya terlihat teman teman kos ku yang mulai beraktifitas kecil di pagi yang sejuk ini.
Ini hari kamis, kegiatan ku seperti biasa berangkat kerja di sebuah konsultan di semarang.
Di tempat kerja tidak ada yang menarik, yah hanya seperti biasa chek data terus input data singkron data , hmmm....... desah kecil ku bergumam.
Tetapi ada yang membuatku tersenyum senyum sendiri, apakah itu? Iya pertemuan semalam kami berdua,begitu soft dan sangat nyaman tetapi hingga siang menjelang sore ini dia tidak telfon ke aku?
Aku Menunggumu
Mengapa? Sayang, please telfon aku.
Itu harapan ku, apakah engkau mundur dan pergi dari ku?
Sayang please ini sudah jam 04.00 sore, aku menunggu mu sayang.
Tetapi hingga aku pulang di rumah tidak ada telfon, sms bahkan misscall, akhirnya aku coba telfon dia.
Jujur hatiku gundah gulana saat engkau tak memberi khabar apa pun padaku, jangankan seminggu, sedetik pun aku tak mau kehilangan komunikasi dengan mu.
Itu hanya sebuah keinginan yang ingin ku wujudkan bersama dia di kehidupan ku ini
Itu hanya sebuah keinginan yang ingin ku wujudkan bersama dia di kehidupan ku ini
Beberapa kali aku coba telfon tetapi tidak di angkat, hingga benak ku mulai ragu atas semua ini.
Jam menunjukan jam 09.00 malam, meski rasa ini gelisah tetapi aku mencoba untuk tenang dan berusaha pejamkan mata ku ini.
Semua terasa sekali hampa, tak ada cerita, canda tawa di ruangan ini. Apa kemarin aku salah untuk minta bertemu dengannya?
Rasa dan hal hal yang aneh menyelimuti fikiranku dan tanpa sadar aku tertidur di malam yang dingin ini.
Setelah sekian lama aku terlelap, sayup sayup aku mendengar suara dering telfon ku berbunyi. Ku lihat jam menunjukan pukul 05.30 pagi dan ku ambil telfon genggamku.kulihat sebuah pesan singkat masuk, ternyata dari dia.
" Maaf sayang semalam absen telfon karena masih kerja di solo, bersama pak bos." Begitu isi pesan singkatnya.
Ufff....Alhamdulillah,aku pikir dia meninggalkanku sendiri ternyata tidak.dan segera ku balas " gak apa apa kok, semalam aku bobok sore ke capekan " begitu jawabku.
Padahal semalam aku gelisah,hati resah memikirkan yang ada di benak ku.
Selesai membalas pesan singkatnya, aku persiapan berangkat ke kantor dan menjalani aktifitas rutin ku, saat di kantor pas jam istirahat dia telfon aku dan menayakan khabar serta minta maaf tidak bisa telfon kemarin.
Percakapan ringan yang cukup membuatku tenang, tak terasa waktu sudah menunjukan jam setengah satu siang saat nya aku isoma, aku pamit padanya untuk melanjutkan kegiatan ku.
Sore hari aku langsung menuju ke tempat perkuliahanku, sesampai di sana aku parkirkan sepedah motorku dan berjalan menuju kelas ku.
Tak di sangka dia sudah berdiri di dekat pintu kelas ku dan menyapa ku.
" hai.." sapanya.
Aku terkejut, benar benar terkejut, tak ku sangka dia berada di depan ku lagi.
" hai.." jawab ku.
" ada apa ?" Lanjut ku.
" maksudnya ?" Tanya dia
" lho iya, kenapa di sini? Ada apa ?" Jawabku.
" pengin ketemu kamu, salah ya?" Jawabnya.
" nggak, tapi kenapa mendadak?", " bisa kan telfon dulu." Balas ku.
" owh gitu, oke aku balik dulu ya ntar tak sms dulu baru ke sini lagi." Jawabnya sambil tersenyum.
" hah....., gak salah tuh? Aku nunggu lagi donk." Jawab ku gak rela dia pergi.
" xixixi....,canda bu..." balas nya sambil tersenyum.
" aku sebentar tok kok, hanya ingin mengulangi menatap wajah mu." Lanjut nya.
Hatiku bagai melayang mendengar kata kata itu dan aku tak bisa menjawabnya dengan kata kata, hanya senyuman yang ku berikan.
" oke, aku kira dah cukup aku pamit pulang dulu," "lagian sudah waktunya kamu masuk kelas." Lanjutkan kata katanya.
" hah...., hanya gitu aja?" Tukas ku sedikit ketus.
" iya, kenapa?" Jawabnya.
" hmm......, mending gak usah kesini daripada ketemu tapi singkat banget." Jawab ku kesal.
" belum waktunya ketemu lama, kamu ada acara begitu juga aku masih ada tugas." Jawab nya
" aku janji kok pasti datamg lagi." Lanjut nya.
" iya, enggak apa apa." Balas ku.
" ya udah masuk gih, tak tunggu kamu masuk kelas baru aku jalan." Katanya.
" oke, aku masuk kelas dulu ya." Pamit ku pada nya.
Lalu aku berjalan menuju kelas dan masuk ke dalam kelas.
Tetapi sejenak kemudian aku keluar untuk melihat apakah dia masih berdiri di sana?.
Dan yang dapat kulihat mobil nya yang sedang menjauh dari pandangan ku, kecewa senang jengkel bahagia campur jadi satu membuat aku tidak konsentrasi dengan pelajaran ku hari ini.
NEXT...
Other post
Terimakasih dan
Salam Hangat
Rumi
Setelah sekian lama aku terlelap, sayup sayup aku mendengar suara dering telfon ku berbunyi. Ku lihat jam menunjukan pukul 05.30 pagi dan ku ambil telfon genggamku.kulihat sebuah pesan singkat masuk, ternyata dari dia.
" Maaf sayang semalam absen telfon karena masih kerja di solo, bersama pak bos." Begitu isi pesan singkatnya.
Ufff....Alhamdulillah,aku pikir dia meninggalkanku sendiri ternyata tidak.dan segera ku balas " gak apa apa kok, semalam aku bobok sore ke capekan " begitu jawabku.
Padahal semalam aku gelisah,hati resah memikirkan yang ada di benak ku.
Selesai membalas pesan singkatnya, aku persiapan berangkat ke kantor dan menjalani aktifitas rutin ku, saat di kantor pas jam istirahat dia telfon aku dan menayakan khabar serta minta maaf tidak bisa telfon kemarin.
Percakapan ringan yang cukup membuatku tenang, tak terasa waktu sudah menunjukan jam setengah satu siang saat nya aku isoma, aku pamit padanya untuk melanjutkan kegiatan ku.
Sore hari aku langsung menuju ke tempat perkuliahanku, sesampai di sana aku parkirkan sepedah motorku dan berjalan menuju kelas ku.
Tak di sangka dia sudah berdiri di dekat pintu kelas ku dan menyapa ku.
" hai.." sapanya.
Aku terkejut, benar benar terkejut, tak ku sangka dia berada di depan ku lagi.
" hai.." jawab ku.
" ada apa ?" Lanjut ku.
" maksudnya ?" Tanya dia
" lho iya, kenapa di sini? Ada apa ?" Jawabku.
" pengin ketemu kamu, salah ya?" Jawabnya.
" nggak, tapi kenapa mendadak?", " bisa kan telfon dulu." Balas ku.
" owh gitu, oke aku balik dulu ya ntar tak sms dulu baru ke sini lagi." Jawabnya sambil tersenyum.
" hah....., gak salah tuh? Aku nunggu lagi donk." Jawab ku gak rela dia pergi.
" xixixi....,canda bu..." balas nya sambil tersenyum.
" aku sebentar tok kok, hanya ingin mengulangi menatap wajah mu." Lanjut nya.
Hatiku bagai melayang mendengar kata kata itu dan aku tak bisa menjawabnya dengan kata kata, hanya senyuman yang ku berikan.
" oke, aku kira dah cukup aku pamit pulang dulu," "lagian sudah waktunya kamu masuk kelas." Lanjutkan kata katanya.
" hah...., hanya gitu aja?" Tukas ku sedikit ketus.
" iya, kenapa?" Jawabnya.
" hmm......, mending gak usah kesini daripada ketemu tapi singkat banget." Jawab ku kesal.
" belum waktunya ketemu lama, kamu ada acara begitu juga aku masih ada tugas." Jawab nya
" aku janji kok pasti datamg lagi." Lanjut nya.
" iya, enggak apa apa." Balas ku.
" ya udah masuk gih, tak tunggu kamu masuk kelas baru aku jalan." Katanya.
" oke, aku masuk kelas dulu ya." Pamit ku pada nya.
Lalu aku berjalan menuju kelas dan masuk ke dalam kelas.
Tetapi sejenak kemudian aku keluar untuk melihat apakah dia masih berdiri di sana?.
Dan yang dapat kulihat mobil nya yang sedang menjauh dari pandangan ku, kecewa senang jengkel bahagia campur jadi satu membuat aku tidak konsentrasi dengan pelajaran ku hari ini.
NEXT...
Other post
Terimakasih dan
Salam Hangat
Rumi

No comments:
Post a Comment
Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi