Romantic Rumi Story 6
By : Rumi
Siang itu terasa panas sekali yang ku rasakan, padahal AC menyala dan kulihat di sekitarku teman kejaku juga merasakan hal yang sama, mereka mengeluhkan udara terasa panas.
Waktu sudah menunjukan jam 14.00 sudah saat nya aku berkemas dan menuju ke rumah kakak ku.
Sesampai di sana aku melihat pintu tertutup dan sepeda motor kakak tak tampak.
" ini mas di rumah atau pergi?
" jangan jangan lupa" gumam ku sendiri.
Motor ku parkir lalu aku masuk ke teras kakak ku dan mengetuk pintu nya.
" assalamu'alaikùm" aku memberi salam sambil mengetuk pintu.
Tetapi tak ada jawaban, ku ulangi lagi hingga beberapa kali dan masih tidak ada jawaban juga.
Ku intip ke dalam rumah terlihat gelap tak ada siapa pun terlihat di ruang tamu.
Untuk memastikan bahwa benar benar tidak ada orang maka ku coba membuka pintu, ternyata tak terkunci dan aku pun masuk kedalam rumah kakak ku.
" Selamat ulang tahun...." kakak dan beberapa teman ku memberi kejutan pada ku.
Aku terkejut dengan semua ini, tetapi aku bahagia kakak ku ingat hari ulang tahun ku.
Aku hanya bisa tersenyum kecil dan menerima ucapan selamat dari mereka.
" Tiup lilinya"
" Tiup lilinya"
" Tiup lilinya" seru mereka
Akupun meniup lilin di kue ulang tahun ku, dan mereka pun bersorak.
Setelah semua selesai, kami pun bercengkrama sangat akrab meski aku saat pulang kerja tadi merasa lelah sekali, tetapi semua capek penat dan lelahku hilang seketika.
Di suatu kesempatan ku lihat telfon ganggam ku, ternyata ada satu panggilan tak terjawab dan satu pesan singkat.
Ku buka ternyata benar dugaan ku, papa yang kirim pesan yang berisi memberi ucapan " selamat ulang tahun ", ternyata dia tidak lupa dengan hari ulang tahun ku.
Waktu sudah menunjukan jam 20.00,teman teman ku ada yang sudah pulang tetapi ada yang masih di rumah kakak ku.
Di sela sela itu semua ada seorang teman laki laki ku yang mengajak aku ke luar sebentar.
" ada apa " tanya ku
" gak ada apa apa, aku hanya ingin mengutarakan yang ku pendam selama ini" jawab nya
" maksudnya gimana?" Tanya ku kembali.
" begini....."
Temanku terdiam sejenak, lalu melanjutkan kata kata lagi.
" sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini pada mu" jelasnya.
" iya, terus?" Tanya ku
" kita kan sudah lama kenal",
" kamu ada perasaan khusus tidak dengan ku?" Tanya temanku.
" perasaan bagaimana ?" Tanya ku kembali
" perasaan lebih pada ku" jawab temanku
" maksudmu apa, aku masih belum mengerti?" Tanya ku kembali
Sambil menghela nafas dia menjawab " aku sudah lama menyukaimu",
"Aku ingin kamu menjadi kekasih ku" begitu kata yang temanku keluarkan dan membuat aku kebingungan.
" kamu gak salah?" Tanya ku
" emang kenapa?" Tanya temanku
" bukan sebaiknya kita berteman saja?" Balas ku
" aku tak bisa mengingkari kata hatiku"
" bahwa aku menginginkan mu sebagai kekasih ku" jawab nya
Aku terdiam sesaat " dan bukan pula aku menolak mu"
" tetapi aku tak seperti yang kamu bayangkan" jawab ku
" aku sudah berusaha menahan rasa ini"
" semakin ku tahan semakin aku menginginkan mu" dia berusaha menjelaskan isi hatinya pada ku,
" iya, kamu sudah utarakan isi hatimu"
" dan lepas bebas, berarti sudah tidak ada beban lagi di hatimu" jawab ku
" benar sudah tidak ada beban di hati ku"
" tapi aku ingin harapan ku terwujud"
" untuk menjadi kekasih mu" jawab temanku.
" ini aku berkata jujur, aku tak bisa menerima mu"
" bukan aku tidak suka pada mu, tetapi hatiku sudah ada yang memiliki" jelasku
" siapa orang itu?" Tanya temanku
" seseorang yang tidak berada di lingkungan ku" jawabku.
" sebaiknya kita berteman saja"
" aku tak ingin memberi harapan palsu pada siapa pun" lanjut ku
" iya, maaf sudah mengutarakan ini pada mu" jawab temanku
" enggak apa apa, dari pada jadi beban" balas ku
" oke, yuk di lanjut acara mu" kata temanku
" ayuk!" Jawab ku
Dan kami melanjutkan acara ulang tahunku kembali.
Dan semua berakhir, acara cukup meriah aku sendiri tidak menyangka di hari ulang tahun ku kali ini terasa begitu menyenangkan,lalu mereka pamitan pulang dan semua kembali seperti semula.
Malam itu aku menginap di rumah kakak ku,kami berbincang sejenak sebelum aku masuk kamar ku untuk istirahat.
Kamar ku ini terasa asing bagi ku, begitu aneh mungkin karena aku sudah sangat lama tidak pernah tidur di kamar ini.
Kupandang langit langit kamarku, perlahan tapi aku masuk dalam alam mimpi, mimpi yang sangat indah. Selamat malam dunia.
NEXT....
Other post
Terimakasih dan
Salam Hangat
Rumi
Siang itu terasa panas sekali yang ku rasakan, padahal AC menyala dan kulihat di sekitarku teman kejaku juga merasakan hal yang sama, mereka mengeluhkan udara terasa panas.
Aku berusaha konsentrasi mengerjakan pekerjaan ku yang belum selesai,sesaat kemudian telfon ku berbunyi.
Kulihat ternyata telfon dari kakak ku," hallo," jawab ku.
" hallo, masih kerja" tanya kakak ku.
" masih mas, ada apa?" Tanya ku kembali
" bisa tidak nanti sepulang kerja ke rumah ku?" Tanya kakak ku.
" bisa mas, kebetulan hari ini tidak ada kuliah." Jawab ku
<" ya sudah, mas tunggu ya" balas kakak ku.
" iya mas" jawab ku singkat
Kulihat ternyata telfon dari kakak ku," hallo," jawab ku.
" hallo, masih kerja" tanya kakak ku.
" masih mas, ada apa?" Tanya ku kembali
" bisa tidak nanti sepulang kerja ke rumah ku?" Tanya kakak ku.
" bisa mas, kebetulan hari ini tidak ada kuliah." Jawab ku
<" ya sudah, mas tunggu ya" balas kakak ku.
" iya mas" jawab ku singkat
Kejutan dari kakak ku
Telfon ku tutup dan aku lanjutkan pekerjaan ku kembali.Waktu sudah menunjukan jam 14.00 sudah saat nya aku berkemas dan menuju ke rumah kakak ku.
Sesampai di sana aku melihat pintu tertutup dan sepeda motor kakak tak tampak.
" ini mas di rumah atau pergi?
" jangan jangan lupa" gumam ku sendiri.
Motor ku parkir lalu aku masuk ke teras kakak ku dan mengetuk pintu nya.
" assalamu'alaikùm" aku memberi salam sambil mengetuk pintu.
Tetapi tak ada jawaban, ku ulangi lagi hingga beberapa kali dan masih tidak ada jawaban juga.
Ku intip ke dalam rumah terlihat gelap tak ada siapa pun terlihat di ruang tamu.
Untuk memastikan bahwa benar benar tidak ada orang maka ku coba membuka pintu, ternyata tak terkunci dan aku pun masuk kedalam rumah kakak ku.
" Selamat ulang tahun...." kakak dan beberapa teman ku memberi kejutan pada ku.
Aku terkejut dengan semua ini, tetapi aku bahagia kakak ku ingat hari ulang tahun ku.
Aku hanya bisa tersenyum kecil dan menerima ucapan selamat dari mereka.
" Tiup lilinya"
" Tiup lilinya"
" Tiup lilinya" seru mereka
Akupun meniup lilin di kue ulang tahun ku, dan mereka pun bersorak.
Setelah semua selesai, kami pun bercengkrama sangat akrab meski aku saat pulang kerja tadi merasa lelah sekali, tetapi semua capek penat dan lelahku hilang seketika.
Di suatu kesempatan ku lihat telfon ganggam ku, ternyata ada satu panggilan tak terjawab dan satu pesan singkat.
Ku buka ternyata benar dugaan ku, papa yang kirim pesan yang berisi memberi ucapan " selamat ulang tahun ", ternyata dia tidak lupa dengan hari ulang tahun ku.
Waktu sudah menunjukan jam 20.00,teman teman ku ada yang sudah pulang tetapi ada yang masih di rumah kakak ku.
Di sela sela itu semua ada seorang teman laki laki ku yang mengajak aku ke luar sebentar.
" ada apa " tanya ku
" gak ada apa apa, aku hanya ingin mengutarakan yang ku pendam selama ini" jawab nya
" maksudnya gimana?" Tanya ku kembali.
" begini....."
Temanku terdiam sejenak, lalu melanjutkan kata kata lagi.
" sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini pada mu" jelasnya.
" iya, terus?" Tanya ku
" kita kan sudah lama kenal",
" kamu ada perasaan khusus tidak dengan ku?" Tanya temanku.
" perasaan bagaimana ?" Tanya ku kembali
" perasaan lebih pada ku" jawab temanku
" maksudmu apa, aku masih belum mengerti?" Tanya ku kembali
Sambil menghela nafas dia menjawab " aku sudah lama menyukaimu",
"Aku ingin kamu menjadi kekasih ku" begitu kata yang temanku keluarkan dan membuat aku kebingungan.
" kamu gak salah?" Tanya ku
" emang kenapa?" Tanya temanku
" bukan sebaiknya kita berteman saja?" Balas ku
" aku tak bisa mengingkari kata hatiku"
" bahwa aku menginginkan mu sebagai kekasih ku" jawab nya
Aku terdiam sesaat " dan bukan pula aku menolak mu"
" tetapi aku tak seperti yang kamu bayangkan" jawab ku
" aku sudah berusaha menahan rasa ini"
" semakin ku tahan semakin aku menginginkan mu" dia berusaha menjelaskan isi hatinya pada ku,
" iya, kamu sudah utarakan isi hatimu"
" dan lepas bebas, berarti sudah tidak ada beban lagi di hatimu" jawab ku
" benar sudah tidak ada beban di hati ku"
" tapi aku ingin harapan ku terwujud"
" untuk menjadi kekasih mu" jawab temanku.
" ini aku berkata jujur, aku tak bisa menerima mu"
" bukan aku tidak suka pada mu, tetapi hatiku sudah ada yang memiliki" jelasku
" siapa orang itu?" Tanya temanku
" seseorang yang tidak berada di lingkungan ku" jawabku.
" sebaiknya kita berteman saja"
" aku tak ingin memberi harapan palsu pada siapa pun" lanjut ku
" iya, maaf sudah mengutarakan ini pada mu" jawab temanku
" enggak apa apa, dari pada jadi beban" balas ku
" oke, yuk di lanjut acara mu" kata temanku
" ayuk!" Jawab ku
Dan kami melanjutkan acara ulang tahunku kembali.
Dan semua berakhir, acara cukup meriah aku sendiri tidak menyangka di hari ulang tahun ku kali ini terasa begitu menyenangkan,lalu mereka pamitan pulang dan semua kembali seperti semula.
Malam itu aku menginap di rumah kakak ku,kami berbincang sejenak sebelum aku masuk kamar ku untuk istirahat.
Kamar ku ini terasa asing bagi ku, begitu aneh mungkin karena aku sudah sangat lama tidak pernah tidur di kamar ini.
Kupandang langit langit kamarku, perlahan tapi aku masuk dalam alam mimpi, mimpi yang sangat indah. Selamat malam dunia.
NEXT....
Other post
Terimakasih dan
Salam Hangat
Rumi

No comments:
Post a Comment
Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi