View all :

Monday, July 8, 2019

Romantic Rumi Story 5

Romantic Rumi Story 5

By : Rumi


Kelihatannya semua baik baik saja, ternyata tidak dalam kenyataannya.
Suatu saat dia memenuhi janjinya datang ke rumahku, dan syukurnya penerimaan kedua orang tua ku sangat baik, bahkan aku langsung di telfon oleh orang tuaku kapan menikahnya.
Wow......hanya itu jawaban di hatiku, begitu menariknyakah dia di depan orang tuaku sehingga aku langsung di beri pertanyaan tersebut?



Aku sendiri sebenarnya mengakui dalam hati, dia sangat bisa menguasai hati orang karena itu aku tidak begitu khawatir dia menemui kedua orang tuaku.
Sembari itu aku menjawab pertanyaan kedua orang tuaku " nanti bu, adek selesaikan kuliah dulu setelah itu baru berfikir kedepannya lagi" begitu jawab ku berusaha bijak.

" jangan lama lama nduk, ntar ntar malah di rebut orang lho!" Tegas ibu padaku.
" ya klo begitu berarti bukan jodohnya adek bu" jawab ku lugas.
" piye sih iki bocah" (gimana sih anak ini) ketus ibu.
" la terus gimana lagi bu? Atau adek dengan pacar adek yang dulu datang ke rumah?" Balas ku.
" ojo, ibu karo kui gak setuju blas" ( jangan, ibu dengan yang itu sangat tidak setuju).
" sing liyane kui, ibu setuju" ( yang lainya ibu setuju) jawab ibu

" la iya bu, mangkanya adek bilang klo mau nunggu adek dan bisa malanjutkan ke jenjang pernikahan, berarti itu jodoh adek" jelas ku pada ibu.
" yo wis nduk, ibu manut wae" ( ya udah nak, ibu ikuti saja)
" kowe yo wis gede, iso ndelok sing apik karo ora" ( kamu sudah besar, tahu mana yang baik atau tidak) balas ibu.
" iya bu, ibu tenang saja adek berusaha yang terbaik tetapi semua keputusan di tangan gusti Allah,adek hanya ikuti takdir adek" sekali lagi aku berusaha menjawab bijaksanan.

Sepertinya ibu dan bapak mengerti bahwa tujuan utamaku adalah selesaikan kuliah ku.bagi ku itu hal utama dan sangat penting dan tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Hari itu pembicaraan telfon antara ibu dan aku sangat berkesan, restu itu telah kami dapatkan, restu dari kedua orang tuaku aku sangat bersyukur kepada gusti Allah atas hal itu.

Cemas atas perkataannya

Malam telah datang tiba tiba telfonku berbunyi, itu dari dia sang pujaan hatiku.
" hallo" jawab ku
" hallo juga, gimana hari ini?" Tanya dia padaku
" baik" jawab ku sambil tersenyum kecil
Dia berkata " tadi aku dari rumah mama"
" ketemu ibu dan bapak" lanjutnya.
Aku berkata " lalu gimana?
Sebenarnya aku sudah tahu tetapi aku ingin mendengarkan pendapat dia.
" baik, semua sangat menerima papa" jawab nya
" terus ?" Tanya ku
" berbincang tetapi tidak banyak" ," waktu tidak memungkinkan untuk berlama lama di sana" jawab nya.
" emang ngobrol apa aja sih pap?" Tanya ku
" hanya pembicaraan ringan kok, gak ada yang spesial" jawabnya.
" masa sih?" Aku berusaha mengorek lebih jauh lagi
" iya, hanya setengah jam tok di rumah mama" jawab nya
" waktu setengah jam mau ngobrol apa mam? Gak bisa terlalu jauh" lanjut nya
" iya, iya papa sayang"
" mama dah tahu kok"
" tadi ibu dah telfon mama" jawab ku
" ibu telfon mam?" Tanya dia
" iya papa" jawab ku

Lalu dia terdiam sejenak dan melanjutkan pertanyaannya padaku.
" ada apa ya mam?"
" apa tadi pap berbuat salah?" Tanya dia
" iya pap, pap da berbuat salah tadi" balas ku sambil tersenyum lagi.
" salah apa mam, hadewh......bisa kacau nie" jawab nya.
" mau tau salah papa?" Tanya ku pada nya
" iya, apa mam?" Balasnya.
" salah papa tadi gak langsung ngelamar mama" jawab ku sambil tertawa kecil
" hah....!" Sahut nya
Aku tak bisa menahan tawa ku, jangankan melihat langsung cukup membayangkan wajahnya saja aku sudah tertawa.

" mama canda ik" balasnya.
Aku masih belum sanggup untuk menahan tawa ku.dan dia melancutkan ucapanya.
" gak lucu mam" ucap nya
" iya pap maaf sayang" balasku sambil berusaha menghentikan tawa ku.
" tadi ibu tanya kapan mau menikah" lanjut ku
" kok kapan menikah nya mam?"
" kan bari sekali ke sana" balas nya.
" iya, mama juga dah bilang kok pap" ucap ku, lalu aku menceritakan semua pembicaraan antara aku, ibu dan bapak tadi sore.
" owh, gitu ya"
" ya udah kalo mama sudah menjelaskannya" balas nya
" iya papa sayang, pokoknya mama selesaikan dulu kuliah mama baru ke arah itu" jelas ku pada nya.
" mam, pap mau bilang nie" ucapnya
" bilang apa pap?" Tanya ku
" jalan kita menuju pernikahan tidak mudah"
" bukan berarti tidak bisa tetapi cukup sulit mam" jelas dia pada ku.
" lho kan sudah dapat restu pap" aku berusaha mengelak dari perkataannya.
" mam, setelah ini pasti ada keluarga mama yang tidak suka dan berusaha memisahkan kita" ucap nya.
" gak mungkin pap, mam tahu siapa keluarga mama" aku berusaha meyakinkannya.
" kita liat nanti mam, semoga semua lancar" jawab nya.
" Amin....." balas ku.

Dan malam itu pun komunikasi kami berlanjut dalam candaan dan tukar pendapat yang biasa kami lakukan selama ini.
Waktu sudah jam 10.15, telfon ku sudah ku akhiri tetapi ucapannya tidak bisa ku angggap remeh, dia selalu memberikan prediksi yang mendekati dengan kenyataan.
Itu sudah sering terjadi pada diriku, di saat ada masalah aku bertanya padanya dan dia memberikan solusi yang cukup bagus, sehingga aku terhindar dari masalah itu.

Dan kini dia mengatakan hubungan ini tidak mudah, cukup sulit tetapi bukan berarti tidak bisa di lalui.
Kecemasan ku mulai timbul,bagaimana selanjutnya hubungan kami?
NEXT......




Other post 




Terimakasih dan 
Salam Hangat

Rumi

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi