Sunday, June 23, 2019

Romantic Rumi Story 1

Indahnya Saat Bersamamu

Bag : 1
By : Rumi

Saat itu usiaku 22 tahun,aku kuliah sambil bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota semarang.
Semua berjalan normal tak ada yg menonjol dalam kehidupan keseharianku.
Pagi bangun, sholat, sarapan dan berangkat bekerja, sesampai di kantor semua hal sama seperti waktu sebelumnya.
Hanya mengerjakan hal hal yg berhubungan dengan pajak dan input data.





Di Semarang aku tinggal di kos kosan, awal aku tinggal bersama kakak ku di sebuah perumahan tetapi aku sudah terbiasa mandiri dan aku putuskan untuk mencari sebuah kos kosan yg lokasi tidak terlalu jauh dari tempat kuliah dan pekerjaan ku.

Kuliah ku di malam hari,ambil jurusan S1 accounting dan ini membuat seluruh waktuku habis.
Di awal bulan aku pulang kampung, menjenguk kedua orang tua ku dan juga berkunjung ke sanak saudara.
Begitu terus yg terjadi selama ini, tak ada lonjakan cerita yg cukup signifikan dari jalan hidupku.
Semua standar dan bisa di katakan monoton menurut orang lain.


Semua Berawal dari Hand Phone

   Kehidupan asmaraku, sebenarnya saat itu ada yg menyatakan cinta pd ku, tetapi aku hanya tersenyum dan tak ku jawab.hati ku masih sakit aku tak terlalu berharap mendapatkan cinta.

Semua berlalu begitu saja tanpa ada kesan yg bisa menarik bagiku.

   Tak ada niatku untuk memulai sebuah kisah cinta baru di hatiku, yang terfikir  oleh ku saat itu hanyalah fokus menyelesaikan kuliah sesempurna mungkin dan bekerja dengan benar agar kedepan semua semakin membaik.

   Sebenarnya ada cerita yang membuat aku tak ingin mengenal cinta, sebuah pengkhianatan yg menyakitkan. Sebelum ini aku sudah memiliki seorang kekasih, dia sekota dengan ku tetapi dari awal kedua orang tua ku menolak, kami berusaha mempertahankan hubungan kami dengan cara beck street akan tetapi penolakan orang tua ku semakin kuat.

   Di saat aku bertahan dengan pilihanku di saat aku berusaha mengubah presepsi orang tua ku tentang dia, suatu hal terjadi.Dia mengkhianati cinta ku pada nya,aku berusaha sayang tetapi engkau bermain di belakang ku.
Terkadang saat sendiri aku menangis mengingat yang terjadi,mengapa?
Singkat cerita mereka pun menikah dan aku sendiri.

   Hari berganti, bulan berjalan dan tahun pun berlalu,semua itu masih terngiang di ingatan ku sangat jelas.
Bila, andai, jika,,,,,itulah kata kata yg hadir dalam fikiranku.tetapi ya sudahlah bagaimanapun dia bukan jodohku.

   Tetapi ada hal yg membuat ku berubah, berubah untuk kembali mencoba untuk percaya pada kata kata cinta, tetapi siapakah dia?
Cerita ini berawal dari suatu hari aku terima telfon dari nomer baru, tak ada di kontak ku.Saat ku angkat ternyata orang salah sambung dan ku abaikan.
Hari berganti dan nomer itu telfon aku lagi, meminta maaf atas hal yg terjadi kemarin dan aku maafkan.Dia mengajak kenalan, dan kami saling berkenalan.

   Aku tak kenal siapa dia, dari mana dan lainnya tetapi ada sebuah rasa yg cukup mengganggu ku,entah aku tak mengerti rasa apa itu?
Aku merasa sudah lama mengenal dirinya,tetapi entah kapan dan dimana aku tak tahu.

   Perkenalan ini membuat aku memberi tambahan semangat lagi dalam seluruh kegiatan ku, baik itu dalam perkuliahan atau pun dalam pekerjaan ku sehari hari.

   Tetapi waktu berganti, terbilang sudah satu minggu dari perkenalan kami dia tak pernah telfon aku lagi, aku mulai pikir mungkin dia hanya sekedar lewat saja.
Tapi hati ini jujur menunggu telfon darinya hingga suatu malam saat aku kuliah telfon genggam ku berdering dan kulihat nomer dia yg telfon aku.

   Sore itu, tefon genggam ku berbunyi,ku lihat nomer telfon dia yang masuk dan entah mengapa hatiku bergetar sepertihalnya telfon selulerku yg sedang bergetar, dan ku angkat telfon dari nya.

" hallo " jawab ku, dan dia menjawab "hallo, ada waktu untuk bicara?" Tanya dia dan jujur aku lupa namanya.
" aku masih kuliah, entar jam 10.00 malam aku ada sedikit waktu." Jawab ku.
"  oke, nanti ku telfon kembali." Balas dia.

" ok " jawab ku dan ku tutup pembicaraan itu.


   Tetap masih bergetar meski sudah ku akhiri telfon darinya,lalu aku melanjutkan kelas kuliah ku sambil menanyakan pada diriku, apa yang terjadi denganku ini hingga tubuhku bergetar begini?aku berusaha untuk menenangkan diriku dan mengikuti mata kuliahku.

   Entah mengapa dosen ku ini mengajar lama banget, kulihat jam masih menunjukan jam 08.30 malam.


Kulihat jam tangan ku lagi dan alhamdulillah waktu menunjukan jam 08.35 menit.

Iya.....syukurlah tambah lima menit, berarti waktu tidak berhenti, itu yg ada di benak ku.



   Mungkin terlalu seringnya aku melihat jam tangansehingga teman sebelahku bertanya, " hayo.......ada janji ya....?" goda nya.

" enggak " sahut ku pendek.

Temanku hanya tersenyum senyum kecil melihat aku salah tingkah saat itu.





   Biasanya sebentar aku kuliah dan sudah pulang sampai kos kosan, mengapa malam ini terasa waktu tak bergerak???

akhirnya jam usai kuliahpun selesai, aku bergegas kabur dari tempat kuliah menuju kos kosan ku.



   Sampai di kos kosan ku keluarkan telfon selulerku, kulihat belum ada panggilan masuk aku tenang karena tadi aku di jalan tidak bisa mendengar suara telfon selulerku.



   Selesai ganti pakaian, selesai makan sambil tiduran aku menunggu telfon dari dia, satu menit dua menit setengah jam dan aku melayang dalam buaian mimpi indahku.



   Tiba tiba aku terjaga dari tidurku, ku lihat telfon selularku dan waktu menunjukan jam setengah lima pagi dimana itu waktu biasa aku bangun pagi.


Ya Allah aku tertidur......



   Kulihat tidak ada panggilan masuk, ternyata dia tidak jadi menelfon aku.

Aku kesal sekali, tetapi aku langsung sadar meskipun dia telfon pasti waktu tidurku terganggu.

Ya sudahlah........itu jawab ku dengan sedikit kecewa di hati.

Telfon ku berbunyi, ternyata ada pesan masuk dari dia yang isinya minta maaf tidak bisa telfon semalam, lalu ku balas gak apa apa.

Aku taruh telfon genggamku dan aku mulai persiapan berangkat ke kantor ku.


   Waktu terus berjalan dan aku sudah di kantor memulai pekerjaanku,saat seperti ini aku tak memikirkan tentang dia,hingga waktu istirahatpun tiba.
Dia telfon aku,tetapi tidak banyak waktu untuk berbincang karena waktu ku terbatas, kami gobrol hanya 5 menit lalu dia pamit mau melanjutkan pekerjaanya.
Kami tutup pembicaraan kami dan melanjutkan kegiatan kami sebelumnya.

   Ada hal yang cukup mengganggu setelah dia telfon aku tadi,rasa ingin berbincang bincang dengannya sangat besar, hati ku berbunga bunga, ya Allah ya Robb betapa inginnya aku bebincang dengannya.


   Dan semua pembicaraan berlanjut di malam hari, aku kira waktu sangat cepat berlalu,tak terasa aku dan dia sudah menghabiskan 3 jam di telfon.kejadian itu terus berulang dia telfon aku di siang hari hanya menanyakan sudah maem belum?, ada masalah enggak? Dan hal kecil lainnya.

   Di malam hari lumayan sedikit panjang, kami saling mengenal lebih jauh tentang diri kami masing masing, baik itu hobi, suka pergi ke mana,alamat dan seterusnya.
Semakin lama aku semakin penasaran ingin bertemu dengannya.

   Hingga hari berganti bulan, tak terasa sudah enam bulan kami berkomunikasi di udara.Hari itu ku ingat hari rabu, aku meminta dia untuk bertemu agar bisa memandangnya secara langsung.

Dia menyetujuinya dan dia berjanji jam 05.00 sore bertemu di dekat perkuliahan ku.

   Bahagianya hatiku akhirnya bisa berjumpa denganya.tetapi benak ku ada sedikit pertanyaan kecil," Bagaimana jika dia mundur ?"..... dan hanya mempermainkan ku saja.
Rasa itu membuatku sedikit ragu, tetapi rasa ingin bertemu ini terlalu besar sehingga membuatku  tak ada pilihan lain kecuali Bertemu dengannya.

    Rabu sore, waktu sudah menunjukan jam 05.00 tetapi dia belum telfon aku tentang dimana keberadaannya.
Mulai rasa curigaku timbul jadi ketemuan apa tidak?
Cukup lama aku menunggu dan aku tak sabar lagi dan akhirnya aku telfon dia dan bertanya, " jadi gak nie ketemuannya ?" Tanya ku.
" Jadi, sebentar kena macet di jalan " begitu jawab nya.
Ku lihat jam sudah menunjukan jam 05.30 sore menjelang mahgrib
Telfon ku berdering " sudah sampai nie " jawab nya.
"Di mana ?" Tanya ku.
" Mobil Biru depan gang" balas nya.
Aku lihat dan ku lambaikan tangan ku.
Seorang pria turun dari mobil dan menghampiriku," Sudah lama ?" Tanya dia pada ku.
" Baru kok, Baru satu setengah jam" jawabku sedikit kesal.
" Maaf, macet tadi " jawab nya.

"Nggak apa apa " jawab ku.
" tak pesanin minum ya, mau apa ?" Tanya dia.
" Es teh aja" jawab ku singkat.

    Setelah itu kami perkenalan ulang dan mulai lah terjadi perbincangan yang hangat.

Aku ingin berbincang lebih lama lagi, berharap waktu bisa berhenti sejenak agar semua rasa penasaranku selama ini bisa pupus dan terobati,hatiku masih belum bisa menerima rasa keingintahuan ku semua tentang dia.

semua hal aku harus tahu karena aku sudah berkomitmen akan kuterima sisi baiknya dia dan akan ku sayangi semua sisi gelap nya.

Waktu tak terasa sangat cepat dua jam setengah terasa seperti lima menit dan aku hars kembali masuk kuliah.
" Mas, maaf dah harus masuk kuliah nie" kata ku agak males meninggalkannya sendiri.
" Oke, gak apa apa " jawabnya singkat.
Sebenarnya berat kaki ku melangkah meninggalkanya, tetapi aku harus kuliah dulu.
" Bener gak apa apa mas?" Tanya ku.
" Gak apa apa, dh sana kuliah dulu." Jawab nya.
Dan aku menuju kelas ku, berjalan pelan, tiba tiba dia sudah di belakang ku dan berpamitan pulang.
Haduh.....kenapa waktu begitu cepat berlalu ya....???

Kenapa perasaan rindu ini hadir kembali dalam kehidupan ku?

   Kapan lagi bisa berjumpa dengannya, apakah dia tidak akan menjauhi ku?Malam itu berlalu begitu saja dan aku terlelap bersama sejuta rasa dan pertanyaan di hati ku.

Ini kah cinta ku? Atau hanya fatamorgana saja??? Next........



Other post 



Terimakasih dan 
Salam Hangat

Rumi






No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi