Romantic Rumi Story 3
By : Rumi
Waktu berjalan, angin berhembus sepoi sepoi menerpa rambutku, di pagi yang sangat sejuk atau bisa di katakan cukup dingin aku sudah terjaga dari tidur yang cukup tenang.
Benar benar tenang karena saat ini aku sedang berada di kampung halamanku.
Aku libur tiga hari karena dapat cuti dari kantor tempatku bekerja dan kebetulan perkuliahanku juga sedang libur semesteran.
Pagi itu aku memasak nasi menggunakan tungku yang berbahan kayu bakar, sebenarnya sudah ada kompor gas tetapi aku lebih memilih tungku kayu karena hangat jika sedang memasak.
Ibu dan Bapak ku selalu menemaniku saat aku berada di rumah, saat ini Bapak sedang belanja di pasar untuk membeli kebutuhan warung sembako kami, sedangkan Ibunda tercinta menemani ku memasak sambil ngobrol dan bercanda ringan.
Ibu bertanya pada ku, " gimana di semarang,nduk ?",
" Baik baik saja bu." Jawab ku
" tidak ada masalah di sana ?" Tanya ibu kembali
" tidak ada bu, berkat doa ibu yang paling adek sayangi semua urusan adek lancar bu." Jawab ku sambil memeluk nya.
" ya sudah kalo begitu, terus gimana dengan teman teman mu?" Lanjut ibu.
" baik semua bu." Balas ku sambil membenarkan posisi kayu bakar yang mulai habis terbakar.
" maksud ibu, teman dekat mu gimana?" Kembali ibu bertanya pada ku.
" semua dekat kok dengan adek.", " malah ada yang satu kos kosan dengan adek." Jelasku.
" bukan itu maksud ibu, yang ibu maksud itu pacar nduk." Balas ibu.
Sambil tersenyum aku menjawab " hmmm..... gimana ya...?"
Dahi ibu mengerut mendengar jawaban ku dan ekspresi wajah ku.
" lho lho lho......putri ibu sudah dewasa ternyata....., hayo ada yang belum kamu ceritakan ya ke ibu mu ini.....?" Tanya beliau pada ku.
" malu ah bu....!" Jawab ku singkat.
" eee......gitu ya sekarang, klo kamu enggak jawab ibu gak mau masak." Balas ibu.
Sambil ku peluk aku pun menjawab " adek sekarang sedang dekat dengan seseorang bu, orang Demak tetapi bukan asli sana." Jelas ku pada beliau.
" terus....?" Balas ibu
Ku jelaskan cerita dari awal segala tentang dia, awal kenal hingga kini.
" begitu bu ceritanya." Mengakhiri cerita ku pada ibu ku.
" lha terus kapan mau kamu perkenalkan pada ibu bapak mu ini?" Tanya ibu pada ku.
" iya bu, nanti pasti adek kenal kan pada ibu.
" kamu seneng benaran atau hanya main main nduk?" tanya ibu pada ku
" adek serius bu, adek harap ini yang terakhir adek suka sama pria." Balas ku.
Sambil membelai rambut ku ibu berkata " coba suruh ke sini dulu, ibu ingin bertemu dengan temen mu itu."
" iya bu" jawab ku singkat.
Setelah itu tak ada kata kata lagi di antara kami berdua, aku sangat menikmati belaian tangan ibundaku.
Begitu nyaman dan tak terasa aku tertidur sejenak di pangkuan ibunda ku.
Suasana mulai terasa sedikit hangat, aku bangun dar pangkuan ibu ku, dan beranjak untuk mandi.
Selesai mandi ku lihat jam setebgah tujuh pagi, aku bergegas mengganti pakaianku dan akan berangkat ke pasar untuk belanja bahan makanan hari ini.
Terdengar suara pesan dari telefon genggam ku, dan ku lihat ternyata dari dia dan ku baca pesan nya , " met pagi sayang, dah bangun belum?" Itu isi nya.
Dan ku balas " sudah, ini baru mau ke pasar belanja" balas pesanya.
" ok, hati hati ya" di balas oleh nya.
" iya" balas ku singkat
Lalu aku tinggalkan telefon genggam ku di kamar dan berangkatlah aku ke pasar.
Hari itu sangat nyaman bagi ku, kehangatan dan kasih sayang orang tua ku begitu jelas dan nyata,tak ada sedikitpun kekhawatiran tentang segala hal di benak ku.Mereka selalu mendukung segala ke inginan ku,aku sangat bahagia melihat kedua orang tua ku tersenyum.semoga semuanya baik baik saja.
Tak terasa sudah tiga hari aku di rumah orang tua ku, berat rasanya meninggalkan mereka akan tetapi itu harus kulakukan demi masa depanku.
Setelah berpamitan aku kembali ke semarang menggunakan bus umum, di dalam bus agak sedikit padat maklum masa liburan sudah berakhir. Ku dengar telfon genggam ku berbunyi, kulihat dia menelfon ku “ hallo.” Jawab ku.
“ hallo, sudah berangkat sayang?” tanya dia.
“ Sudah, ini baru sampai purwodadi kok.” Jawab ku.
“ oke, nanti aku jemput ya di terminal.” Balas nya
“ makasih, tapi nanti saja jemputnya tunggu aku telfon aja ya.” Jawab ku
“ siap bu, tak tunggu telfonnya ya...” balas nya.
“ oke.” Lalu ku tutup pembicaraan itu.
Pikiranku mulai membawaku pada dia kembali, teringat segala yang telah terjadi, aku merindukannya, kangen sekali ingin berjumpa dengannya.
Perjalananku sudah dekat dari terminal, kutelfon dia untuk menjemput ku sekarang.
Sesampai di terminal aku menunggu dia dan tak berapa lama dia sudah datang.
Aku masuk mobilnya dan kami pun menuju tempat kos ku,seperti biasa sebelum sampai kos kami makan dulu dan itu lah yang aku tunggu.santai berdua bersamanya menikmati sore menjelang malam.
Panjang lebar kami saling berbagi cerita dan lagi lagi waktu tidak memungkinkan untuk kami tetap di tempat istirahat itu.
Lalu kami lanjutkan perjalanan kami dan akhirnya kami sampai di tempat kos ku.
Dia tak ikut turun dan langsung pamit pulang, aku cium tangannya dan dia pun pulang ke rumahnya.malam itu aku merasa sangat lengkap,istirahat di kampung bersama kedua orang tuaku dan kembali ke semarang di jemput olehnya.
Inilah yang aku bayangkan selama ini,ada yang benar benar mencintai ku dan menyayangi ku selalu.
Next....
Other post
Waktu berjalan, angin berhembus sepoi sepoi menerpa rambutku, di pagi yang sangat sejuk atau bisa di katakan cukup dingin aku sudah terjaga dari tidur yang cukup tenang.
Benar benar tenang karena saat ini aku sedang berada di kampung halamanku.
Aku libur tiga hari karena dapat cuti dari kantor tempatku bekerja dan kebetulan perkuliahanku juga sedang libur semesteran.
Paling Ku Ingat Seumur Hidupku
Lumayan, tidak ada pekerjaan kantor, tidak ada pelajaran, yang ada hanya menikmati damainya hidup di kampung menemani ke dua orang tua ku.Pagi itu aku memasak nasi menggunakan tungku yang berbahan kayu bakar, sebenarnya sudah ada kompor gas tetapi aku lebih memilih tungku kayu karena hangat jika sedang memasak.
Ibu dan Bapak ku selalu menemaniku saat aku berada di rumah, saat ini Bapak sedang belanja di pasar untuk membeli kebutuhan warung sembako kami, sedangkan Ibunda tercinta menemani ku memasak sambil ngobrol dan bercanda ringan.
Ibu bertanya pada ku, " gimana di semarang,nduk ?",
" Baik baik saja bu." Jawab ku
" tidak ada masalah di sana ?" Tanya ibu kembali
" tidak ada bu, berkat doa ibu yang paling adek sayangi semua urusan adek lancar bu." Jawab ku sambil memeluk nya.
" ya sudah kalo begitu, terus gimana dengan teman teman mu?" Lanjut ibu.
" baik semua bu." Balas ku sambil membenarkan posisi kayu bakar yang mulai habis terbakar.
" maksud ibu, teman dekat mu gimana?" Kembali ibu bertanya pada ku.
" semua dekat kok dengan adek.", " malah ada yang satu kos kosan dengan adek." Jelasku.
" bukan itu maksud ibu, yang ibu maksud itu pacar nduk." Balas ibu.
Sambil tersenyum aku menjawab " hmmm..... gimana ya...?"
Dahi ibu mengerut mendengar jawaban ku dan ekspresi wajah ku.
" lho lho lho......putri ibu sudah dewasa ternyata....., hayo ada yang belum kamu ceritakan ya ke ibu mu ini.....?" Tanya beliau pada ku.
" malu ah bu....!" Jawab ku singkat.
" eee......gitu ya sekarang, klo kamu enggak jawab ibu gak mau masak." Balas ibu.
Sambil ku peluk aku pun menjawab " adek sekarang sedang dekat dengan seseorang bu, orang Demak tetapi bukan asli sana." Jelas ku pada beliau.
" terus....?" Balas ibu
Ku jelaskan cerita dari awal segala tentang dia, awal kenal hingga kini.
" begitu bu ceritanya." Mengakhiri cerita ku pada ibu ku.
" lha terus kapan mau kamu perkenalkan pada ibu bapak mu ini?" Tanya ibu pada ku.
" iya bu, nanti pasti adek kenal kan pada ibu.
" kamu seneng benaran atau hanya main main nduk?" tanya ibu pada ku
" adek serius bu, adek harap ini yang terakhir adek suka sama pria." Balas ku.
Sambil membelai rambut ku ibu berkata " coba suruh ke sini dulu, ibu ingin bertemu dengan temen mu itu."
" iya bu" jawab ku singkat.
Setelah itu tak ada kata kata lagi di antara kami berdua, aku sangat menikmati belaian tangan ibundaku.
Begitu nyaman dan tak terasa aku tertidur sejenak di pangkuan ibunda ku.
Suasana mulai terasa sedikit hangat, aku bangun dar pangkuan ibu ku, dan beranjak untuk mandi.
Selesai mandi ku lihat jam setebgah tujuh pagi, aku bergegas mengganti pakaianku dan akan berangkat ke pasar untuk belanja bahan makanan hari ini.
Terdengar suara pesan dari telefon genggam ku, dan ku lihat ternyata dari dia dan ku baca pesan nya , " met pagi sayang, dah bangun belum?" Itu isi nya.
Dan ku balas " sudah, ini baru mau ke pasar belanja" balas pesanya.
" ok, hati hati ya" di balas oleh nya.
" iya" balas ku singkat
Lalu aku tinggalkan telefon genggam ku di kamar dan berangkatlah aku ke pasar.
Hari itu sangat nyaman bagi ku, kehangatan dan kasih sayang orang tua ku begitu jelas dan nyata,tak ada sedikitpun kekhawatiran tentang segala hal di benak ku.Mereka selalu mendukung segala ke inginan ku,aku sangat bahagia melihat kedua orang tua ku tersenyum.semoga semuanya baik baik saja.
Tak terasa sudah tiga hari aku di rumah orang tua ku, berat rasanya meninggalkan mereka akan tetapi itu harus kulakukan demi masa depanku.
Setelah berpamitan aku kembali ke semarang menggunakan bus umum, di dalam bus agak sedikit padat maklum masa liburan sudah berakhir. Ku dengar telfon genggam ku berbunyi, kulihat dia menelfon ku “ hallo.” Jawab ku.
“ hallo, sudah berangkat sayang?” tanya dia.
“ Sudah, ini baru sampai purwodadi kok.” Jawab ku.
“ oke, nanti aku jemput ya di terminal.” Balas nya
“ makasih, tapi nanti saja jemputnya tunggu aku telfon aja ya.” Jawab ku
“ siap bu, tak tunggu telfonnya ya...” balas nya.
“ oke.” Lalu ku tutup pembicaraan itu.
Pikiranku mulai membawaku pada dia kembali, teringat segala yang telah terjadi, aku merindukannya, kangen sekali ingin berjumpa dengannya.
Perjalananku sudah dekat dari terminal, kutelfon dia untuk menjemput ku sekarang.
Sesampai di terminal aku menunggu dia dan tak berapa lama dia sudah datang.
Aku masuk mobilnya dan kami pun menuju tempat kos ku,seperti biasa sebelum sampai kos kami makan dulu dan itu lah yang aku tunggu.santai berdua bersamanya menikmati sore menjelang malam.
Panjang lebar kami saling berbagi cerita dan lagi lagi waktu tidak memungkinkan untuk kami tetap di tempat istirahat itu.
Lalu kami lanjutkan perjalanan kami dan akhirnya kami sampai di tempat kos ku.
Dia tak ikut turun dan langsung pamit pulang, aku cium tangannya dan dia pun pulang ke rumahnya.malam itu aku merasa sangat lengkap,istirahat di kampung bersama kedua orang tuaku dan kembali ke semarang di jemput olehnya.
Inilah yang aku bayangkan selama ini,ada yang benar benar mencintai ku dan menyayangi ku selalu.
Semua sepi semua hening yang terdengar hanya detak jam dinding di kamarku.Pandanganku mulai memudar dan aku di bawa oleh lamunanku kedalam dekapan mimpi indah ku.
Next....
Other post

No comments:
Post a Comment
Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi