Saturday, July 6, 2019

Romantic Rumi Story 4

Romantic Rumi Story 4

By : Rumi


Aku berjalan sendiri, di suatu tempat entah di mana aku tak tahu.Aku bingung mau kemana tanpa tujuan aku melangkah lemas,letih tak tertahankan.
Di ujung jalan kulihat sebuah rumah,tidak mewah tetapi lumayan bagus. Aku hampiri dan ku coba mengetuk pintu rumah tersebut.


Hanya Sebuah Mimpi

   Pintu terbuka sendiri sebelum aku ketuk tak tahu mengapa kaki ini melangkah masuk ke dalam rumah tersebut,tak begitu jelas pandanganku tetapi kaki ini terus melangkah masuk ke dalam lebih dalam lagi. Dan akhirnya aku sampai di sebuah meja makan, tanpa berpikir panjang aku langsung duduk dan mulai menyantap hidangan di atas meja tersebut.

   Entah berapa banyak yang aku makan tiba tiba aku merasa ada sesuatu yang merayap di kaki ku dan ku lihat ke bawah ternyata ada banyak ular di bawah meja makan tersebut.
Aķu menjerit, dan berusaha lari dari tempat itu. Aku berusaha singkirkan ular ular yang menghalangi jalanku, berusaha terus untuk menjauh sejauh jauh nya dar tempat itu.
Tanpa ku sadari ada satu ular mematuk kaki ku.

   Sekali lagi aku menjerit, berteriak semampuku tetapi tak ada yang datang menolongku. Aku menangis terisak isak hingga aku tersadar dari tidur ku, masih menangis aku terduduk lemas di atas kasur ku.
"Hanya mimpi",
" Ada apa ini?" Fikirku.
" Semoga semua baik baik saja." Harap dalam benak ku.

Kulihat jam menunjukan pukul 02.45 wib, " " masih pagi " aku berkata pada diri ku sendiri.
   Lalu aku mengambil segelas air dan ku minum agar bisa lebih tenang.
Dan untuk menghabiskan waktu aku mengambil buku catatan kuliah ku lalu mulai aku mengulang pelajaran yang ku dapat.
keadaan sudah mulai tenang dan kembali aku membaringkan tubuh ku untuk bersantai sejenak sambil menunggu adzan subuh.

   Hari ini aku tidak fokus dalam segala hal, baik itu kerja ataupun kuliah, tubuhku masih terasa lemas mengingat apa yang ku impikan semalam.
Mengapa juga dia tidak telfon aku?, dan sudah kucoba menguhungi nya tetapi tidak di angkat, ada apa sebenarnya?
Aku kirim pesan juga tidak di baca, hatiku ingin sekali menemuinnya untuk menceritakan prihal mìmpiku semalam.

   Malam ini di tempat kos ku terasa sepi sekali, tidak seperti biasanya terlalu hening dan senyap.
Tiba tiba pintu terdengar suara pintu kamarku di ketuk orang," rum...., dah tidur belum?" Tanya teman kos ku.
" iya, belum sebentar ku buka pintu nya dulu ya." Sahut ku dari dalam.
" ada apa mbak?" Tanya ku setelah ku buka pintu kamarku.
" ada orang mau ketemu kamu" jawab teman ku.
" siapa?" Balas ku
" nggak tahu, yang aku tahu dia cowok." Jawab teman ku
" bentar aku ganti baju dulu" balas ku

   Selesai ganti pakaian aku mengikuti temanku ke ruang tamu.
" hah..!" Aku terperanjat
" malam" jawab nya
" malam" sahut ku
Ternyata dia, kok malam malam ada apa ya? Benak ku sedikit ketakutan, ini hal yang tidak biasa bagiku.
Teman kos ku menyela pembicaraan kami " dah dulu ya, tak masuk kamar dulu" dan pergi meninggalkan kami berdua.
" iya, makasih mbak" jawab ku.

   " ada apa malam malam begini ke sini?" Tanya ku
" kangen......" jawab nya singkat tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
" kamu tau gak, dari tadi aku telfon kamu gak bisa bisa."
" kamu ngapain aja sih.......!!!" Tanya ku dengan kesal.
" eh.....itu ya"
" hand phone ku ketinggalan di jog motor"
" maaf sayang, aku lupa" jawabnya sambil cengar cengir.
" aku cemas tahu...!!!" Sedikit gregetan aku ingin nyubit dia.
" cemas?"
" cemas kenapa?" Tanya nya singkat
" papa sayang, mama cemasin papa salah?" Ini lah saat pertama kali aku memanggilnya papa.
" lho, papa..."
" hahaha......" dia tertawa, entah tertawa senang atau apa aku tak tahu langsung saja aku cubit dia.
" aduh....!" Serunya.
" enak...!" Tanya ku ketus
" sakit...." jawab nya
" lagi" jawabku seraya ku arahkan tangan ku untuk mencubitnya lagi.
" Ampun mama" jawab nya
" emang ada apa kok sampai telfon aku ?" Tanya dia.
" mama mimpi pah"jawab ku
" mimpi apa?" Tanya nya kembali

   Lalu ku ceritakanlah mimpi ku semalam pada nya, dia mendengarkan dengan seksama.
" gitu pah, yang mama mau tau mimpi gitu artinya apa ya pah?" Tanya ku
" artinya mama jangan lupa kalo mau bobo berdoa dulu" jawabnya
" papa jangan ngeledek dong" aku merengek manja
" lho semalam sebelum bobo baca doa dulu tidak ma?" Tanya nya
" enggak" jawab ku sambil tersenyum
" mangkanya, sebelum bobo baca doa dulu nanti pasti lain ceritanyà" balasnya
" maksudnya lain gimana pa?" Tanyaku bingung

   " kalo baca doa dulu ceritanya bukan mama yang di gigit ular" dia diam sejenak
" lalu ?" Tanya ku penasaran
" mama yang gigit ulat nya"
" hahaha....." dia tertawa dan membuatku salah tingkah, tidak nunggu lama langsung aku cubitin dia sampai puas.

   Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 11.00 malam,dia pamit pulang dan ku temani ke luar.
Sambil mengecup keningku dia berkata " kalo mau bobo jangan lupa baca doa dulu"
" papa jalan dulu ya ma".
" iya pa, hati hati di jalan"
" hand phone jangan di tinggal ya"
" jangan ngelirik cewek lain"
" jangan kebut kebutan" jawab ku.

   " iya mama sayang, dah masuk gih sudah malam" balasnya
" iya papa" jawabku
Dan dia melanjutkan perjalananya kembali.
Setelah sampai di kamar, rasa hati ini plong lepas lega sudah menceritakan mimpi ku pada nya.
Ku ambil bantal guling ku dan kupeluk erat, papa kapan ketemu lagi......senyum manis mu membuat ku tenang pa.

   Aku sangat sangat menginginkanmu pa, aku selalu menginginkan papa di sisi mama.sampai kapanpun papa milik mama,apapun akan mama lakukan hanya untuk papa.

  Rinduku ini serasa minum air laut, semakin lama semakin haus hati ku akan kasih sayang nya,cinta ini jauh berbeda dengan cinta yang dulu pernah ku rasakan, aku sangat bersyukur bisa menikmati cinta, rindu dan sayang yang sangat ku dambakan, buka cinta semu yang menyakitkan.

   Melayang jauh anganku ke awan yang tinggi, ketika dia berada di dekatku waktu serasa berlari hingga sepertinya belum puas bertemu harus berpisah lagi.

Jika bisa, aku hentikan detak waktu yang bergerak, niscaya akan ku hentikan saat aku bersamanya.
NEXT.......



Other post 




Terimakasih dan 
Salam Hangat

Rumi

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya.
Salam hangat
Rumi